SUKU DAYAK SEBRUANG
CERITA RAKYAT
DAN
BAHASA DAYAK SEBRUANG

Indonesia
merupakan negara kepulauan yang terdiri dari berbagai suku.agama,ras,dan bahasa
dan berbagai macam perbedaan.Indonesia memiliki 34 provinsi,salah satunya
adalah provinsi kalimantan barat.Kalimantan barat adalh pulau yang terdiri dari
berbagai sub suku,agama,ras dan sebaginya.Sub suku yang terdapat di
kalimantan barat terdiri 151 suku yang ada di kalimantan barat,ada 5 suku atau
tujuh suku asli kalimantan yaitu melayu,dayak,banjar,kutai,paser berau dan
tidung.Kalimantan barat juga memiliki 5 pemeluk agama dan ras dan sebagainya.
Dayak
merupakan sebutan bagi pemeluk asli pulau kalimantan.disini saya akan membahas
tentang sub suku suku yang ada di kalimantan barat atau di pulau borneo ini.Sub
suku yang akan saya bahas adalah tentang suku dayak.Menurut artikel yang pernah
saya baca tentang suku dayak adalah istilah “Dayak” paling umum digunakan untuk
menyebut orang-orang asli non-Muslim,non-melayu yang tinggal di pulau itu.Ini
terutama berlaku di malaysia, karena di indonesia ada suku-suku dayak yang
muslim namun tetap kategori dayak walaupun beberapa diantaranya disebut dengan
suku banjar dan suku kutai.Terapat beragam penjelasan tentang etimologi istilah
ini.Menurut Lindbland,kata Dayak beradal dari kata daya dari bahasa kenyah,yang
berarti hulu sungai atau pedalaman.King,lebih jauh menduga-duga bahwa dayak
juga berasal dari kata aja, sebuah kata dari bahasa melayu yang berarti asli
atau pribumi.Kata itu berasal dari sebuah istilah dari bahasa jawa tengah
berarti perilaku yang tak sesuai atau yang tak pada tempatnya.Istilah untuk
suku penduduk asli dekat sambas dan pontianak adalah dayak kanayatn :
orang daya,orang darat,sedangkan di banjarmasin disebut biaju. Jadi semula
istilah orang daya orang darat ditujukan untuk penduduk asli kalimantan barat
yakni rumpun Bidayu yang selanjutnya dimakan Dayak Darat yang dibedakan dengan
dayak laut rumpun iban.Di banjarmasin,istilah Dayak mulai digunakan dalam
perjanjian sultan banjar dengan hindia Belandatahun 1826,untuk menggantikan
istilah biaju besar daerah sungai kanayatn dan biaju kecil daerah sungai kapuas
murung yang masing-masing diganti menjadi dayak besar dan dayak
kecil,selanjutnya oleh pihak kolonial belanda hanya kedua daerah inilah yang
kemudian secara administratif disebut Tanah Dayak.Sejak masa itulah
istilah dayak juga ditujukan untuk rumpun Ngaju-Ot Danum atau rumpun
Barito.Selanjutnya istilah “Dayak” dipakai meluas dengan secara kolektif
merujuk pada suku-suku penduduk asli setempat yang berbeda-beda bahasanya,
Khususnya non muslim tau non-melayu.Pada akhir abad ke-19 pasca perdamaian tumbang
anoi istilah dayak dipakai dalam konteks kependudukan penguasa kolonial yang
mengambil alih kedaulatan suku-suku yang tingal di daerah-daerah pedalaman
kalimantan. Menurut Dapertement pendidikan dan kebudayaan bagian proyek
pengkajian dan pembinaan nilai-nilai budaya kalimantan timur,Dr.August
Kaderland,seorang ilmuan belanda,adalah orang yang pertama kali
memperggunakan istilah dayak daalam pengertian di atas pada tahun
1895.Arti dari kata “Dayak” itu sendiri masih bisa diperdebatkan.Commans (1987),misalnya,
menulis bahwa menurut sebagian pengarang, “Dayak” berati manusia, sementara
pengarang lainnya menyatakan bahwa kata itu berarti pedalaman. Commans
mengatakan mengatakan bahwa arti yang paling tepat adalah orang yang tinggal
dihulu sungai. Dengan nama serupa, Lahajir et al. Melaporkan
bahwa orang-orang iban menggunakan istilah Dayak dengan arti manusia, sementara
orang-orang tanjung dan benuaq mengartikannya sebagai hulu sungai. Mereka juga
menyatakan bahwa sebagian orang mengklaim bahwa istiah Dayak menunjukan
pada karakteristik personal tertentu yang diakui oleh orang-orang
kalimantan,yaitu kuat, gagah, berani, dan ulet. Lahajir et al. Mencatat
bahwa setidaknya ada empat istilah untuk penduduk asli kalimantan dalam
literatur, yaitu daya,
dyak, daya dan dayak.
Penduduk asli itu sendiri pada umumnya tidak mengenal istilah-istilah ini, akan
tetapi orang-orang di luar lingkup merekalah yang menyebut mereka sebagai
“Dayak”.
Suku dayak adalah penduduk asli pulau kalimantan atau pulau borneo. Suku dayak
yang akan saya bahas adalah Suku dayak sebruang. Suku dayak sebruang lebih
dominan mendiami wilayah kabupaten sintang, kalimantan barat, terutama di
kecematan sepauk kabupaten sintang dan kecematan tempunak kabupaten sintang.
Suku dayak sebruang termasuk suku dayak iban yang mendiami di daerah
perbatasan. Masyarakat dayak sebruang masih memegang teguh kepercayaan
dinamismenya, mereka percaya setiap tempat-tempat tertentu ada penguasanya,
yang mereka sebut : Jubata, Petara, Ala Taala, Penompa dan lain-lain, untuk
sebutan Tuhan yang tertinggi, kemudian mereka masih mempunyai penguasa lain
dibawah kekuasaan Tuhan tertinggi : misalnya Puyang Gana (Dayak Mualang) adalah
penguasa tanah, Raja Juata (Penguasa Air), Kama Baba (Penguasa Darat), Jobata,
Apet Kuyan’gh (Dayak Mali) dan lain-lain. Bagi mereka yang masih memegang teguh
kepercayaan dinamisme nya dan budaya asli nya, mereka memisahkan diri masuk
semakin jauh kepedalaman.
Menurut cerita kakek saya suku dayak sebruang, pernah ada kerajaan di Sinang
yang di pimpin oleh seorang Raja yang berasal dari hulu sungai sepauk tepatnya
dari daerah bukit kujau,di hulu sungai sepauk dan tempunak. Di daerah sepauk
suku dayak sebruang, terdapat suku dayak sekujam dan suku dayak sekubang yang
di perkirakan sudah terlebih dahulu menetap di wilayah ini. Suku sebruang juga
mendiami wilayah kecematan yang berada di kabupaten Kapuas Hulu yaitu di
pesisir sungai sebruang kabupaten Kabupaten Kapuas Hulu.
Bukit kujau terdapat di daerah kecematan sepauk, kabupaten sintang. Kampung
yang mendiami di bawag bukit kujau adalah Kempadik, Kenubuh Rapun,Temak,
Tempunak Hulu, Kampung Kujau, Sungai Buluh, dan beberapa desa lainnya. Di bukit
kujau sendiri mempunyai cerita rakyat tentang penunggu dan para leluhur yang
tinggal di bukit itu pada zaman dahulu. Kebetulan bapak saya dari daerah bukit
kujau, jadi bapak saya tahu cerita tersebut,walaupun tidak sama persis seperti
yang beredar atau yang pernah terjadi pada zamannya. Simak ceritanya sebagai
berikut.
Alkisah dahulu kala ada seorang yang tidak dikenal siapa namanya ia merupakan
pelarian dari pulau jawa yang berasal dar kerajaan majapahit. Setelah datang ke
kalimantan ia adalah seorang raja kecil dalam perkampungannya ia diberi nama
Aji Melayu. Ia seorang yang bijaksana dan berani, sehingga menjadi raja kecil
dalam daerah sepauk. Ia juga seorang raja yang kaya raya, kekayaannya tersimpan
dalam satu gudang yang terisi dalam tujuh buah tajau atau tempayan.
Pada saat itu aji melayu memasang bubu ikan di sungai sepauk,bubu ikan tersebut
dibiarkan selama semalam. Pagi-paginya ia menuju bubu tersebut, ia heran
melihat seorang wanita cantik terpancang bagaikan penunggu bubu yang setia. Ia
memberanikan diri mendekatinya, ia tahu tubuh itu kepunyaannya. Malu bercampur
gembira, Aji Melayu menegur sopan “kenapa dan bagaiman bisa sampai terdampar ke
bubu ini ?” perempuan tersebut langsung memberi tahu nama nya Putung Kempat.
Putung Kempat menjelaskan secara singkat, bahwa rakit yang di
tumpanginya di serang banjir dan membawanya beralih ke hilir sungai sepauk. Kemudian rakit yang di tumpanginya
tersangkut di bubu ikan aji melayu. Ucapnya telah merawankan hati aji melayu,
tak segan pula aji melayu melemparkan kata merayu membujuk putung kempat. Kiranya
putung kempat rela menuju rumahnya. Dengan perasaan malu tapi mau, berankatlah
keduanya kerumah aji melayu, tanpa disadarinya Aji Melayu lupa akan bubu yang
berisikan ikan.
Bekas luka yang masih tampak pada diri putung kempat, dengan pengetahuan yang
ada pada diri Aji Melayu, ia berusaha untuk mengobatinya. Kesembuhan putung
kempat lebih menambah kecantikan dirinya. Kasih sayang Aji Melayu makin
bertambah, ia malah berencana untuk mengawaninya. Pasti lamarannya untuk
mengawini putung kempat tidak akan di tolak. Tambahan pula Aji Melayu merupakan
raja kecil di perkampungan itu.
Lamaran yang dilakukan Aji Melayu membuat putung kempat memberi syarat
kepadanya. Karena ingin mengetahui apakah aji melayu seorang keturunan raja.
Syarat yang diberikan
putung kempat adalah
berjalan di atas tali yang terentang di sungai sambil mengacip pinang. Satu
ujian yang sangat berat bagi Aji Melayu., dengan kesaktian yang ada iapun berhasil melewati
tantangan yang diberikan putung kempat kepadanya. Setelah berhasil mereka pun
menikah dan menjadi keluarga yang harmonis. Dalam rumah tangga yang harmonis
lahirlah seorang anak perempuan yang diberi nama Dayang Lengkong.
Putung kempat telah lama hilang dari
pandangan seluruh keluarganya.Mereka sangat rindu bertemu, tetapi dimana mereka
akan menemukannya? Entah masih hidup atau tidak. Hanya ada berita angin
yang mengatakan bahwa putung kempat berada di hilir sungai sepauk.Kelima
saudaranya beriktiar mencarinya,mereka mendengar bahwa putung kempat telah kawing
dengan seorang raja. Hanya satu hal yang sulit. Menemui raja kakak ipar mereka,
tidak semudah menangkap seekor semut putih.medatangi Aji Melayu, selalu menemui
ajal,kena racun,buih nasi tidak takut mendatangi, ia mempunyai kesaktian
pribadi yang cukp ampuh.Buih nasi dapat mengirimkan orang-orangan patung/boneka
sebagai ganti dirinya menghabiskan segala racun Aji Melayu.
Kembalinya orang-orangan utusan buih
nasi,membuktikan mereka ak usah takut masuk ke rumah Aji Melayu. Mereka masuk
dengan bebas, Aji Melayu menjadi kaget melihat masuknya kelima orang yang tidak
dikenal.
Mereka memperkenalkan diri.Aji melayu
mengambil posisi untuk menginterpiu. Aji Melayu menyuruh mereka harus tidur
bersama putung kempat diatas daun pisang.Dengan syarat daun pisang tempat
mereka tidur tidak boleh pecah sedikitpun.Satu ujia menyakinkan Aji melayu, kalau mereka tidak benar
kakak beradik.Tantangan ini bagi buih nasi, tidak menjadi halangan, Dalam
perlakuan ini,Aji melayu mengintip dengan tombak dari atas loteng. Ia
berencana,bilamana daun oisang pecah,ia segera menombaki.Heran, setelah
pagi ternyata seluruh daun pisang tempat tidurnya tak ada sobek
sedikitpun.Ujian telah sukses ini belum cukup memuaskan hati Aji Melayu.Masih
mau ia menguji selajutnya.Aji melayu masih sangat merasa curiga. Mungkin
mereka ini adalah mata-mata munsuh dari Aji kumbang.Aji melayu mencoban
menguraikan segala soal permunshannya antara Aji kumbang yang berdiam di batu
kantuk, sebelah hulu sungai kapuas daerah belitang.Kemudian Aji melayu mengucapkan
“Kalau kiranya Aji Kumbang masih hidup,maka hidupku tidak pernah akan tenang”
Pertahanan Aji Kumbang sangat kokoh dan sukar ditembus.Aji melayu telah
berulang kali menyerangnya,tetapi selalu gagal.
Aji melayu berkata “ untuk meyakinkan saya,
bahwa kalian adalah saudara putung kempat. Tolongah bantu saya kalahkan dan
tewaskan Aji Kumbang jahanam itu.” Tantangan aji melayu diterima oleh buih
nasi.Ia segera mengumpulkan saudaranya seluruh saudaranya berunding untuk
menyerang pertahanan Aji Kumbang .Selesai berunding buih nasi dengan saudaranya
berangkat menuji pertahanan Aji kumbang. Serta meninggalkan pesan” Inagt
baik-baik, bila kelihatan berdenyut bumbu aur,kerahkan pasukan bantuan Aji
melayu”. Pesan yang membayangkan kemenangan tetap Aji melayu ingat.
Mereka pergi menyamar sebagai pedagang
yang ramah.Sehingga pertemuan dengan Aji kumbang tidak dicurigai sedikitpun.Aji
kumbang sebagi seorang loba harta.siapa saja pedagang datang ke daerahnya
dilayani dengan ramah.Pertemuan yang ramah menjadi kesempatan bagi buih nasi
memainkan permainan yang penuh siasat.Kekayaan emas,intan,batu permata itulah
menjadi pusat perhatian buih nasi untuk membingungkan Aji Kumbang.Buih nasi
menyatakan bahwa Aji melayu adalah salah satu munsuhnya dan ingin minta bantuan
kepada aji kumbang.mereka menyusun siasat tempur untuk menyerang Aji
Melayu.Segala usul buih nasi telan mentah-mentah oleh aji kumbang tanpa
menyadari bahwa buih nasi telah memhamamburkan harta bawaannya disekitar
banteng Aji kumbang.
Besok harinya rakyat melihat harta yang
disekitar bantangnya.mereka langsung memberitahu kepada Aji Kumbang untuk
melihatnya.Tanpa berpikir panjang Aji Kumbang si loba harta menyuruh rakyatnya
menebang bambu aur yang merupakan bentangnya paling kuat. Setelah melihat bambu
aur hanyut di sunagi sepauk.Aji melayu mengerahkan pasukkannya untuk menyerang
Aji Kumbang. Tanpa perlawanan yang berat Aji Melayu menang dan Aji Kumbang
Tewas di tangan Aji Melayu.Kurang dan lebih nya cerita nya seperti itu.
suku dayak sebruang mempunyai banyak
ritual adat yang masih mereka sering lakukan.biasa acara tersebut untuk
mengucapkan rasa bersukur mereka kepada tuhan.contoh acara adat yang masih
sering di lakukan adalah seperti mempermandikan bayi kesungai,adat
bepasung,nyambut temuai datai,naik dango.
Bahasa sebruang atau dayak sebruang
adalah bahasa Dayak dari Rumpun Iban yang terdapat di kabupaten sintang,
Kalimantan Barat. Bahasa dayak sebruang begitu banyak,di sini saya akan
menuliskan beberapa bahasa dayak sebruang dan terjemahannya.
Apak
:bapak atau ayah
Umak
:ibu atau mama
Meh
:sebutan untuk laki-laki atau pria
Dik
:sebutan untuk perempuan
Kak
:mau
Ngai
:tidak
Bukai
:bukan
Makai
:makan
Manik
:mandi
Tempungas
:cuci muka
Merapi
:memasak
Tepuruk
:terpuruk
Amak
:hantu
Entudung
:tudung saji
Mensia
:manusia
Menyadik
:saudara
Tijak
:injak
Kenak
tijak :tidak sengaja terinjak
Mayuh
:banyak
Sikit
:sedikit
Mit
:kecil
Besai
:besar
Tinuk
:tidur
Terinsak
:terobek
Kitak
:kalian
Sidak
:mereka
Dirik
:kamu
Kedirik
:sendiri
Isak
:biar
Ngelalu
:melewati
Uma
:ladang
Buma
:berladang
Aik
:air
Guni
:karung
Madah
:memberitahukan
Medak
:melihat
Merati
:melirik
Isau
:pisau atau parang
Luat
:marah
Kulat
:karet
Nasik
:nasi
Sekuk
:sekam
Anal
:pandai
Rekung
:leher
Laki
:suami
Bini
:istri
Akik
:kakek
Inik
:nenek
Pening
:telinga
Burit
:pantat
Pun
:pohon
Ketam
:kepiting
Sempawak
:laba-laba
Ukui
:anjing
Kekurak
:kura-kura
Sempepat
:kunang-kujang
Manuk
:ayam
Ayam
:mainan
Langkau
:rumah
Junjuk
:pondok
Beragih
:bermain
Jalai
:jalan
Bejalai
:berjalan
Beguang
:berlari
Bulak
:berbohong
Belabuk
:sembunyi
Isak
na
:biar saja
Datai
:datang
Galai
:baring
Kutur
:kotor
Betegak
:berhenti
Lemput
:ringan
Jatuk
:jatuh
Mangkung
:memukul
Ketang
:mengikat
Ari
:hari
Bukak
:buka
Buai
:buang
Tuai
:tua
Urang
:orang
Urang
tuai :orang tua
Ngelecui
:meludahi
Tekik
:berani
Gerinang
:kecoa
Nukuh
:menunduk
Tengkering
:mengeras
Tuk
:ini
In
:yang itu
Ni
:mana
Celap
:dingin
Kesat
:kedinginan
Keredan
:sangat kedinginan
Keleman
:gelap
Sebenarnya masih banyak lagi bahasa dayak sebruang yang belum saya cantumkan.itulah
cerita tentang suku dayak sebruang,cerita rakyat dan bahasa suku dayak
sebruang.semoga bermanfaat bagi setiap pembaca.saya sangat memerlukan saran dan
kritik dari pembaca.kurang dan lebihnya saya minta maaf dan terima kasih.
0 komentar:
Posting Komentar