Rabu, 16 November 2016

SUKU DAYAK SEBRUANG CERITA RAKYAT DAN BAHASA DAYAK SEBRUANG


SUKU DAYAK SEBRUANG
CERITA RAKYAT
DAN
BAHASA DAYAK SEBRUANG
 Hasil gambar untuk dayak
              Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari berbagai suku.agama,ras,dan bahasa dan berbagai macam perbedaan.Indonesia memiliki 34 provinsi,salah satunya adalah provinsi kalimantan barat.Kalimantan barat adalh pulau yang terdiri dari berbagai  sub suku,agama,ras dan sebaginya.Sub suku yang terdapat di kalimantan barat terdiri 151 suku yang ada di kalimantan barat,ada 5 suku atau tujuh suku asli kalimantan yaitu melayu,dayak,banjar,kutai,paser berau dan tidung.Kalimantan barat juga memiliki 5 pemeluk agama dan ras dan sebagainya.
              Dayak merupakan sebutan bagi pemeluk asli pulau kalimantan.disini saya akan membahas tentang sub suku suku yang ada di kalimantan barat atau di pulau borneo ini.Sub suku yang akan saya bahas adalah tentang suku dayak.Menurut artikel yang pernah saya baca tentang suku dayak adalah istilah “Dayak” paling umum digunakan untuk menyebut orang-orang asli non-Muslim,non-melayu yang tinggal di pulau itu.Ini terutama berlaku di malaysia, karena di indonesia ada suku-suku dayak yang muslim namun tetap kategori dayak walaupun beberapa diantaranya disebut dengan suku banjar dan suku kutai.Terapat beragam penjelasan tentang etimologi istilah ini.Menurut Lindbland,kata Dayak beradal dari kata daya dari bahasa kenyah,yang berarti hulu sungai atau pedalaman.King,lebih jauh menduga-duga bahwa dayak juga berasal dari kata aja, sebuah kata dari bahasa melayu yang berarti asli atau pribumi.Kata itu berasal dari sebuah istilah dari bahasa jawa tengah berarti perilaku yang tak sesuai atau yang tak pada tempatnya.Istilah untuk suku penduduk asli dekat sambas dan pontianak  adalah dayak kanayatn : orang daya,orang darat,sedangkan di banjarmasin disebut biaju. Jadi semula istilah orang daya orang darat ditujukan untuk penduduk asli kalimantan barat yakni rumpun Bidayu yang selanjutnya dimakan Dayak Darat yang dibedakan dengan dayak laut rumpun iban.Di banjarmasin,istilah Dayak mulai digunakan dalam perjanjian sultan banjar dengan hindia Belandatahun 1826,untuk menggantikan istilah biaju besar daerah sungai kanayatn dan biaju kecil daerah sungai kapuas murung yang masing-masing diganti menjadi dayak besar dan dayak kecil,selanjutnya oleh pihak kolonial belanda hanya kedua daerah inilah yang kemudian secara administratif disebut  Tanah Dayak.Sejak masa itulah istilah dayak juga ditujukan untuk rumpun Ngaju-Ot Danum atau rumpun Barito.Selanjutnya istilah “Dayak” dipakai meluas dengan secara kolektif merujuk pada suku-suku penduduk asli setempat yang berbeda-beda bahasanya, Khususnya non muslim tau non-melayu.Pada akhir abad ke-19 pasca perdamaian tumbang anoi istilah dayak dipakai dalam konteks kependudukan penguasa kolonial yang mengambil alih kedaulatan suku-suku yang tingal di daerah-daerah pedalaman kalimantan. Menurut Dapertement pendidikan  dan kebudayaan bagian proyek pengkajian dan pembinaan nilai-nilai budaya kalimantan timur,Dr.August Kaderland,seorang ilmuan belanda,adalah orang yang pertama kali memperggunakan  istilah dayak daalam pengertian di atas pada tahun 1895.Arti dari kata “Dayak” itu sendiri masih bisa diperdebatkan.Commans (1987),misalnya, menulis bahwa menurut sebagian pengarang, “Dayak” berati manusia, sementara pengarang lainnya menyatakan bahwa kata itu berarti pedalaman. Commans mengatakan mengatakan bahwa arti yang paling tepat adalah orang yang tinggal dihulu sungai. Dengan  nama serupa, Lahajir et al. Melaporkan bahwa orang-orang iban menggunakan istilah Dayak dengan arti manusia, sementara orang-orang tanjung dan benuaq mengartikannya sebagai hulu sungai. Mereka juga menyatakan bahwa sebagian orang mengklaim bahwa istiah Dayak  menunjukan pada karakteristik personal tertentu yang diakui oleh orang-orang kalimantan,yaitu kuat, gagah, berani, dan ulet. Lahajir et al. Mencatat bahwa setidaknya ada empat istilah untuk penduduk asli kalimantan dalam literatur, yaitu daya, dyak, daya dan dayak. Penduduk asli itu sendiri pada umumnya tidak mengenal istilah-istilah ini, akan tetapi orang-orang di luar lingkup merekalah yang menyebut mereka sebagai “Dayak”.
            Suku dayak adalah penduduk asli pulau kalimantan atau pulau borneo. Suku dayak yang akan saya bahas adalah Suku dayak sebruang. Suku dayak sebruang lebih dominan mendiami wilayah kabupaten sintang, kalimantan barat, terutama di kecematan sepauk kabupaten sintang dan kecematan tempunak kabupaten sintang. Suku dayak sebruang termasuk suku dayak iban yang mendiami di daerah perbatasan. Masyarakat dayak sebruang masih memegang teguh kepercayaan dinamismenya, mereka percaya setiap tempat-tempat tertentu ada penguasanya, yang mereka sebut : Jubata, Petara, Ala Taala, Penompa dan lain-lain, untuk sebutan Tuhan yang tertinggi, kemudian mereka masih mempunyai penguasa lain dibawah kekuasaan Tuhan tertinggi : misalnya Puyang Gana (Dayak Mualang) adalah penguasa tanah, Raja Juata (Penguasa Air), Kama Baba (Penguasa Darat), Jobata, Apet Kuyan’gh (Dayak Mali) dan lain-lain. Bagi mereka yang masih memegang teguh kepercayaan dinamisme nya dan budaya asli nya, mereka memisahkan diri masuk semakin jauh kepedalaman.
            Menurut cerita kakek saya suku dayak sebruang, pernah ada kerajaan di Sinang yang di pimpin oleh seorang Raja yang berasal dari hulu sungai sepauk tepatnya dari daerah bukit kujau,di hulu sungai sepauk dan tempunak. Di daerah sepauk suku dayak sebruang, terdapat suku dayak sekujam dan suku dayak sekubang yang di perkirakan sudah terlebih dahulu menetap di wilayah ini. Suku sebruang juga mendiami wilayah kecematan yang berada di kabupaten Kapuas Hulu yaitu di pesisir sungai sebruang kabupaten Kabupaten Kapuas Hulu.
            Bukit kujau terdapat di daerah kecematan sepauk, kabupaten sintang. Kampung yang mendiami di bawag bukit kujau adalah Kempadik, Kenubuh Rapun,Temak, Tempunak Hulu, Kampung Kujau, Sungai Buluh, dan beberapa desa lainnya. Di bukit kujau sendiri mempunyai cerita rakyat tentang penunggu dan para leluhur yang tinggal di bukit itu pada zaman dahulu. Kebetulan bapak saya dari daerah bukit kujau, jadi bapak saya tahu cerita tersebut,walaupun tidak sama persis seperti yang beredar atau yang pernah terjadi pada zamannya. Simak ceritanya sebagai berikut.
            Alkisah dahulu kala ada seorang yang tidak dikenal siapa namanya ia merupakan pelarian dari pulau jawa yang berasal dar kerajaan majapahit. Setelah datang ke kalimantan ia adalah seorang raja kecil dalam perkampungannya ia diberi nama Aji Melayu. Ia seorang yang bijaksana dan berani, sehingga menjadi raja kecil dalam daerah sepauk. Ia juga seorang raja yang kaya raya, kekayaannya tersimpan dalam satu gudang yang terisi dalam tujuh buah tajau atau tempayan.
            Pada saat itu aji melayu memasang bubu ikan di sungai sepauk,bubu ikan tersebut dibiarkan selama semalam. Pagi-paginya ia menuju bubu tersebut, ia heran melihat seorang wanita cantik terpancang bagaikan penunggu bubu yang setia. Ia memberanikan diri mendekatinya, ia tahu tubuh itu kepunyaannya. Malu bercampur gembira, Aji Melayu menegur sopan “kenapa dan bagaiman bisa sampai terdampar ke bubu ini ?” perempuan tersebut langsung memberi tahu nama nya Putung Kempat. Putung Kempat menjelaskan secara singkat, bahwa rakit yang di tumpanginya di serang banjir dan membawanya beralih ke hilir sungai sepauk. Kemudian rakit yang di tumpanginya tersangkut di bubu ikan aji melayu. Ucapnya telah merawankan hati aji melayu, tak segan pula aji melayu melemparkan kata merayu membujuk putung kempat. Kiranya putung kempat rela menuju rumahnya. Dengan perasaan malu tapi mau, berankatlah keduanya kerumah aji melayu, tanpa disadarinya Aji Melayu lupa akan bubu yang berisikan ikan.
            Bekas luka yang masih tampak pada diri putung kempat, dengan pengetahuan yang ada pada diri Aji Melayu, ia berusaha untuk mengobatinya. Kesembuhan putung kempat lebih menambah kecantikan dirinya. Kasih sayang Aji Melayu makin bertambah, ia malah berencana untuk mengawaninya. Pasti lamarannya untuk mengawini putung kempat tidak akan di tolak. Tambahan pula Aji Melayu merupakan raja kecil di perkampungan itu.
            Lamaran yang dilakukan Aji Melayu membuat putung kempat memberi syarat kepadanya. Karena ingin mengetahui apakah aji melayu seorang keturunan raja. Syarat yang diberikan putung kempat adalah berjalan di atas tali yang terentang di sungai sambil mengacip pinang. Satu ujian yang sangat berat bagi Aji Melayu., dengan kesaktian yang ada iapun berhasil melewati tantangan yang diberikan putung kempat kepadanya. Setelah berhasil mereka pun menikah dan menjadi keluarga yang harmonis. Dalam rumah tangga yang harmonis lahirlah seorang anak perempuan yang diberi nama Dayang Lengkong.
Putung kempat telah lama hilang dari pandangan seluruh keluarganya.Mereka sangat rindu bertemu, tetapi dimana mereka akan menemukannya? Entah masih hidup atau tidak. Hanya  ada berita angin yang mengatakan bahwa putung kempat berada di hilir sungai sepauk.Kelima saudaranya beriktiar mencarinya,mereka mendengar bahwa putung kempat telah kawing dengan seorang raja. Hanya satu hal yang sulit. Menemui raja kakak ipar mereka, tidak semudah menangkap seekor semut putih.medatangi Aji Melayu, selalu menemui ajal,kena racun,buih nasi tidak takut mendatangi, ia mempunyai kesaktian pribadi yang cukp ampuh.Buih nasi dapat mengirimkan orang-orangan patung/boneka sebagai ganti dirinya menghabiskan segala racun Aji Melayu.
Kembalinya orang-orangan utusan buih nasi,membuktikan mereka ak usah takut masuk ke rumah Aji Melayu. Mereka masuk dengan bebas, Aji Melayu menjadi kaget melihat masuknya kelima orang yang tidak dikenal.
Mereka memperkenalkan diri.Aji melayu mengambil posisi untuk menginterpiu. Aji Melayu menyuruh mereka harus tidur bersama putung kempat diatas daun pisang.Dengan syarat daun pisang tempat mereka tidur tidak boleh pecah sedikitpun.Satu ujia menyakinkan Aji melayu, kalau mereka tidak benar kakak beradik.Tantangan ini bagi buih nasi, tidak menjadi halangan, Dalam perlakuan ini,Aji melayu mengintip dengan tombak dari atas  loteng. Ia berencana,bilamana daun oisang pecah,ia segera menombaki.Heran, setelah  pagi ternyata seluruh daun pisang tempat tidurnya tak ada sobek sedikitpun.Ujian telah sukses ini belum cukup memuaskan hati Aji Melayu.Masih mau ia menguji  selajutnya.Aji melayu masih sangat merasa curiga. Mungkin mereka ini adalah mata-mata munsuh dari Aji kumbang.Aji melayu mencoban menguraikan segala soal permunshannya antara Aji kumbang yang berdiam di batu kantuk, sebelah hulu sungai kapuas daerah belitang.Kemudian Aji melayu mengucapkan “Kalau kiranya Aji Kumbang masih hidup,maka hidupku tidak pernah akan tenang” Pertahanan Aji Kumbang sangat kokoh dan sukar ditembus.Aji melayu telah berulang kali menyerangnya,tetapi selalu gagal.
Aji melayu berkata “ untuk meyakinkan saya, bahwa kalian adalah saudara putung kempat. Tolongah bantu saya kalahkan dan tewaskan Aji Kumbang jahanam itu.” Tantangan aji melayu diterima oleh buih nasi.Ia segera mengumpulkan saudaranya seluruh saudaranya berunding untuk menyerang pertahanan Aji Kumbang .Selesai berunding buih nasi dengan saudaranya berangkat menuji pertahanan Aji kumbang. Serta meninggalkan pesan” Inagt baik-baik, bila kelihatan berdenyut bumbu aur,kerahkan pasukan bantuan Aji melayu”. Pesan yang membayangkan kemenangan tetap Aji melayu ingat.
Mereka pergi menyamar sebagai pedagang yang ramah.Sehingga pertemuan dengan Aji kumbang tidak dicurigai sedikitpun.Aji kumbang sebagi seorang loba harta.siapa saja pedagang datang ke daerahnya dilayani dengan ramah.Pertemuan yang ramah menjadi kesempatan bagi buih nasi memainkan permainan yang penuh siasat.Kekayaan emas,intan,batu permata itulah menjadi pusat perhatian buih nasi untuk membingungkan Aji Kumbang.Buih nasi menyatakan bahwa Aji melayu adalah salah satu munsuhnya dan ingin minta bantuan kepada aji kumbang.mereka menyusun siasat tempur untuk menyerang Aji Melayu.Segala usul buih nasi telan mentah-mentah oleh aji kumbang tanpa menyadari bahwa buih nasi telah memhamamburkan harta bawaannya disekitar banteng Aji kumbang.
Besok harinya rakyat melihat harta yang disekitar bantangnya.mereka langsung memberitahu kepada Aji Kumbang untuk melihatnya.Tanpa berpikir panjang Aji Kumbang si loba harta menyuruh rakyatnya menebang bambu aur yang merupakan bentangnya paling kuat. Setelah melihat bambu aur hanyut di sunagi sepauk.Aji melayu mengerahkan pasukkannya untuk menyerang Aji Kumbang. Tanpa perlawanan yang berat Aji Melayu menang dan Aji Kumbang Tewas di tangan Aji Melayu.Kurang dan lebih nya cerita nya seperti itu.
suku dayak sebruang mempunyai banyak ritual adat yang masih mereka sering lakukan.biasa acara tersebut untuk mengucapkan rasa bersukur mereka kepada tuhan.contoh acara adat yang masih sering di lakukan adalah seperti mempermandikan bayi kesungai,adat bepasung,nyambut temuai datai,naik dango.
Bahasa sebruang atau dayak sebruang adalah bahasa Dayak dari Rumpun Iban yang terdapat di kabupaten sintang, Kalimantan Barat. Bahasa dayak sebruang begitu banyak,di sini saya akan menuliskan beberapa bahasa dayak sebruang dan terjemahannya.
Apak               :bapak atau ayah
Umak              :ibu atau mama
Meh                 :sebutan untuk laki-laki atau pria
Dik                  :sebutan untuk perempuan
Kak                 :mau
Ngai                :tidak
Bukai               :bukan
Makai              :makan
Manik              :mandi
Tempungas      :cuci muka
Merapi             :memasak
Tepuruk           :terpuruk
Amak              :hantu
Entudung        :tudung saji
Mensia             :manusia
Menyadik        :saudara
Tijak                :injak
Kenak tijak      :tidak sengaja terinjak
Mayuh             :banyak
Sikit                 :sedikit
Mit                  :kecil
Besai               :besar
Tinuk               :tidur
Terinsak           :terobek
Kitak               :kalian
Sidak               :mereka
Dirik                :kamu
Kedirik            :sendiri
Isak                 :biar
Ngelalu            :melewati
Uma                :ladang
Buma               :berladang
Aik                  :air
Guni                :karung
Madah             :memberitahukan
Medak             :melihat
Merati              :melirik
Isau                 :pisau atau parang
Luat                 :marah
Kulat               :karet
Nasik               :nasi
Sekuk              :sekam
Anal                :pandai
Rekung            :leher
Laki                 :suami
Bini                 :istri
Akik                :kakek
Inik                  :nenek
Pening             :telinga
Burit                :pantat
Pun                  :pohon
Ketam             :kepiting
Sempawak       :laba-laba
Ukui                :anjing
Kekurak          :kura-kura
Sempepat        :kunang-kujang
Manuk             :ayam
Ayam              :mainan
Langkau          :rumah
Junjuk              :pondok
Beragih            :bermain
Jalai                 :jalan
Bejalai             :berjalan
Beguang           :berlari
Bulak               :berbohong
Belabuk           :sembunyi
Isak na             :biar saja
Datai               :datang
Galai                :baring
Kutur               :kotor
Betegak           :berhenti
Lemput            :ringan
Jatuk                :jatuh
Mangkung        :memukul
Ketang             :mengikat
Ari                   :hari
Bukak              :buka
Buai                 :buang
Tuai                 :tua
Urang              :orang
Urang tuai        :orang tua
Ngelecui          :meludahi
Tekik               :berani
Gerinang          :kecoa
Nukuh             :menunduk
Tengkering       :mengeras
Tuk                  :ini
In                     :yang itu
Ni                    :mana
Celap               :dingin
Kesat               :kedinginan
Keredan          :sangat kedinginan
Keleman          :gelap
            Sebenarnya masih banyak lagi bahasa dayak sebruang yang belum saya cantumkan.itulah cerita tentang suku dayak sebruang,cerita rakyat dan bahasa suku dayak sebruang.semoga bermanfaat bagi setiap pembaca.saya sangat memerlukan saran dan kritik dari pembaca.kurang dan lebihnya saya minta maaf dan terima kasih.






0 komentar:

Posting Komentar